1000 Tenda di Meat Jadi Pertemuan Lintas Generasi

1000 Tenda di Meat Jadi Pertemuan Lintas Generasi

Peserta 1000 Tenda Kaldera Toba Festival 2019

(csp/eal)

Minggu, 30 Juni 2019 | 17:08

Analisadaily (Balige) - Pengembangan objek wisata Danau Toba kini menjadi perhatian banyak pihak. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, anak-anak muda yang peduli terhadap danau vulkanik tersebut juga secara kolektif turut serta melakukan promosi-promosi.

Salah satunya adalah pemuda-pemuda di Rumah Karya Indonesia (RKI) yang terus berupaya mendorong pengembangan objek wisata di sekitar Danau Toba melalui kegiatan populernya, 1000 Tenda Kaldera Toba Festival 2019.

Tahun ini acara 1000 tenda dilaksanakan di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Toba Samosir, 28-30 Mei 2019.

Kegiatan ini diikuti para backpacker yang datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Binjai, Langkat, bahkan dari luar Sumatera Utara, seperti Dumai, Pekanbaru dan Aceh.

Panitia 1000 Toba Kaldera Festival, Ojak Manalu, mengaku kaget karena target awalnya hanya 3000 peserta. Namun setelah melewati hari pertama atau memasuki hari kedua dan ketiga, peserta camping mencapai 4300 orang.

Sehingga, lanjut Ojak, panitia sempat kewalahan karena lokasi yang disediakan over kapasitas. Ada beberapa tempat yang sebenarnya bukan diperuntukkan dalam kegiatan, namun akhirnya terpaksa dipakai.

"Secara kuantitas ini sangat banyak, di luar dugaan. Kami pun terkejut. Apalagi lokasi Meat ini cukup jauh, tapi itu tidak menghambat mereka. Peserta sangat antusias untuk menyaksikan festival-festival seni dan budaya yang ditampilkan," tutur Ojak saat ditemui seusai kegiatan, Minggu (30/6) siang.

Dalam kegiatan ini, sambung Ojak, ada sesuatu yang baru ditampilkan. Selain sebagai wahana pertemuan backpacker, 1000 Tenda Kaldera Toba Festival juga menjadi wadah pertemuan lintas generasi dan lintas genre musik.

Penampilan salah satu grup musik dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

Penampilan salah satu grup musik dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

"Berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, di Meat ini, kami ingin mempertemukan lintas generasi, lintas genre. Seperti yang di panggung semalam, pop, rock, reggae, hip-hop dan ada kontemporer yang gaya musiknya bisa diterima lintas usia, termasuk remaja, pemuda dan orang tua," papar Ojak.

"Lintas generasi ini yang selalu kami pertimbangkan dalam mempertemukan banyak orang dalam ruang bersama. Nah, keadaan ini membuat banyak hal baik tercipta, misal toleransi tercipta, meskipun berbeda-beda usia.

Josua Siahaan, peserta camping yang datang Pematangsiantar mengaku sangat senang bisa datang ke acara 1000 tenda tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menambah berbagai hal positif bagi dirinya sendiri.

"Sangat senang dan acaranya juga bagus. Secara pribadi, kebetulan saya suka hiking, ini semakin menambah pertemanan saya, pengalaman saya karena bertemu banyak orang dari berbagai kota," ujar Josus yang baru lulus SMP di Siantar.

1000 Tenda di Desa Meat

1000 Tenda di Desa Meat

Riko Rajagukguk dan Aldo Manurung juga mengatakan hal senada. Kedua remaja yang merupakan warga Balige tersebut memaknai acara ini sebagai sarana tukar pengalaman dengan teman-teman pendatang. Tidak hanya itu, Riko, berharap wisata di Desa Meat, terutama Danau Toba semakin diperhatikan orang banyak dan dunia.

"Kita bangga melihatnya, karena ini akan memperkenalkan objek wisata di Meat dan Danau Toba ke seluruh daerah di Indonesia, dan juga kepada dunia. Kami pun bisa menambah pengalaman dan pertemanan," kata Riko yang baru tamat dari SMA di Balige.

Terkait pengembangan wisata di Meat, Ojak menyarankan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan Desa Meat agar memperhatikan objek pendukung. Karena itu sangat penting bagi para wisatawan.

Penampilan tarian adat dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

Penampilan tarian adat dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

"Kami berharap ada tindaklanjut dari pemerintah kabupaten karena sebenarnya mereka punya wewenang kuat untuk mengembangkan ini. Sayang 4000-an orang yang hadir di sini, sudah promosi lewat media-media sosialnya. Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa membangun toilet misalnya, infrastrukturnya diperbaiki agar dapat dijadikan tempat camping dan dikunjungi banyak wisatawan," harap Ojak.

Ojak pun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta camping 1000 tenda, karena sudah jauh-jauh datang ke Desa Meat. Dalam hal ini, sebutnya, panitia dan peserta punya tujuan yang sama untuk mengembangkan wisata.

"Kita sebagai penyelenggara punya tujuan yang sama untuk memajukan wisata di Danau Toba, baik itu lewat penjagaan lingkungan maupun edukasi. Kami juga berterima kasih kepada teman-teman karena mereka juga bagian dari kerja kolektif kami," tukas Ojak.

Penampilan salah satu grup musik dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

Penampilan salah satu grup musik dalam acara 1000 Tenda di Desa Meat

(csp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar